Monday, 4 May 2009

PENULIS JUGA BISA JADI KAYA

Seorang penulis memang bisa jadi kaya raya.

Sebut saja J.K. Rowling, yang menjadi kaya karena “Harry Potter” nya.

Siapa sangka imajinasi tentang dunia sihir yang dituangkan dalam tulisan bisa menyihir jutaan anak-anak di dunia menjadi penggemar cerita fiktif dan tidak sayang mengeluarkan koceknya untuk sebuah buku.

Semua berawal dari keberanian untuk menuliskan apa yang kita pikirkan, karena ide atau apapun yang kita pilkirkan tidak akan berati apa-apa bila tidak dikemukakan. Ide & action dua hal sangat penting dalam membentuk sesuatu.

Tidak ada batasan untuk suatu ide, dan menjadi kaya adalah hak semua orang. Seorang penulis bisa mencurahkan idenya dalam bentuk buku, skenario, naskah dsj, yang bisa saja dikomersilkan di pasar penerbitan atau entertainment.

Seperti yang pernah diungkap di harian umum Pikiran Rakyat, bahwa seorang penulis bisa memutar karyanya di pasar penerbitan melalui dua cara, flat fee (jual putus) atau sistem royalti. Buku yang sudah siap cetak dengan gambar dan ilustrasi dapat dijual memakai sistem flat fee dihargai Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Berbeda dengan sistem royalti, naskah akan dicetak pertama tiga ribu eksemplar, dari jumlah tersebut, penulis akan menerima royalti sepuluh persen.

Menurut Andi Yudha, kita bukan siapa-siapa dan tidak akan menjadi apa-apa ketika kita tidak berbuat sesuatu.

Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba.

Dalam menulis pun butuh keberanian untuk mengungkapkan tema-tema yang “gila”, yang akan menarik minat pembaca & memiliki nilai jual tinggi, sehingga karya tulis bisa menjadi jalan bagi penulis untuk menjadi kaya. (Pikiran Rakyat 19 April 2009)

1 comments:

Alline said...

wah tanggal korannya 19 April, pas ultah saya dong hahaha.

Bener banget tuh, penulis bisa jadi kaya dan tenar, gak cuma penyanyi atau pemain sinetron aja hahaha